SemangatGelora kebanggaan
Seperti apa bir yang membawa jati diri Vietnam?
Ada warna merah yang bukan milik perayaan, bukan pula milik slogan. Itulah merah bunga azalea yang merona di tengah kabut Tam Đảo, warna sabar yang menyala dari kedalaman hutan, menunggu musim yang tepat untuk mekar. Para sahabat seperjalanan Hai Củ Lạc tumbuh di kaki gunung itu, dan menyebutnya gelora kebanggaan kampung halaman.
Bản Sắc Đỏ adalah cara kami menjawab sebuah pertanyaan yang sudah sering kami dengar: apa yang bisa kami, orang Vietnam, ciptakan dengan ciri khas kami sendiri? Jawabannya tidak terletak pada meniru siapa pun. Jawabannya terletak pada keberanian: berani memberi nama dalam bahasa Vietnam, berani memilih motif awan zaman Dinasti Lý alih-alih corak pinjaman, berani mempertahankan warna merah milik kami sendiri.
Di dalam gelas, ia adalah sebuah Amber Ale: berwarna ambar, dengan aroma malt sangrai yang berpadu dengan karamel, rasa yang seimbang, dan akhir rasa yang lembut. Di label, kedua kacang itu berpelukan di atas latar merah tua, diapit bunga-bunga dan awan yang bergulung, seolah baru melangkah keluar dari sebuah ukiran kuno.
Jati diri bukanlah sesuatu untuk dipamerkan kepada orang lain. Ia adalah sesuatu yang Anda bawa, diam-diam, bahkan ketika tak ada yang melihat. Jika ada satu momen untuk Bản Sắc Đỏ, itulah hari-hari ketika kita ingin mengingat siapa diri kita, dan dari mana kita berangkat.
Semarak seperti azalea, gelora kebanggaan kampung halaman
Setiap bir adalah satu etape dalam Perjalanan Tanpa Henti Hai Củ Lạc. Baca kisah Hai Củ Lạc




